dhee halim Territory

I am..Strong Enough To Survive

  • 12th August
    2011
  • 12

Kronologi Meninggalnya Lily Riyana Lubis, diceritakan Oleh Sang Suami : Watary Kurniawan …

Awal pertemuan dengan Lily tahun 2000 yaitu SMU.. Tahun 2003 kita jadian setelah lulus SMU padahal kita sring berantem. Kita kuliah bareng, berangkat dan pulang bareng karna rumah kita dekat. walaupun gak ada kuliah, pasti aku anter dia kuliah.


Oktober 2010 Kita menikah.. Desember 2010 kita dapet surprise karna Lily telat dan pakai testpack dan hasil positif. Cek ke dokter dinyatakan positif dengan gunakan USG transvaginal.


Dua bulan sesudahnya ketika kontrol dokter dan USG, dinyatakan kembar 3.. entah Shock berupa senang atau takut kita sempat gak percaya. Gak sampai sebulan kita kontrol ke dokter lagi untuk memastikan, padahal disuruh 1 bulan sekali… Akhirnya terlihat semua bahwa ada 3 janin.


Selama kontrol… Tensi dan semuanya normal seperti orang hamil lainnya. Menginjak usia kehamilan ke 4 s/d 5, kaki Lily mulai membesar.. Setiap kita kontrol, selalu kita tanya apakah normal seperti itu, dan dijawab dokter adalah normal.


Sampai usia 29 Minggu tidak ada keluhan dari Lily, kita malah USG 4D dan terlihat betapa lucunya mereka. Setiap hari Lily semakin sayang dan semakin intens mengajak Dedeks ngobrol..


Lily selalu Amazing setiap dedeks gerak dan menonjol di perut.. Pernah suatu waktu kita perdengarkan musik mozart tapi dedeksnya gak suka malah bergerak menjauh dari earphone.. kita ketawa2 liat itu dan Lily bilang dedeksnya gak suka mozart tapi Hanson kaya dia, mozart malah bikin ngantuk mamanya.


Hari Jum’at tanggal 5-8-2011 Lily mulai merasa sesak, sebelum itu memang terasa sesak tp gak terlalu.. karna kata orang hal itu lumrah apalagi isi 3 maka kita gak begitu panik.


Hari sabtu tanggal 6-8-2011, Lily merasakan sesak dengan sangat dan menangis. Kita langsung ke RS, setelah dicek dokter, saat itu juga harus rawat inap dan langsung pakai oksigen.


Hari Minggu tanggal 7-8-2011, Lily merasa baikan dan sesak terasa berkurang, malah kita sempat mikir klo hari senin atau selasa bisa pulang. Via suster (minggu dokter gak ada), dokter bilang klo Lily harus caesar hari senin/ selasa. Tapi Lily bilang sayang klo terlalu cepat, karena dedeks masih betah di perutnya. Lily takut klo terlalu cepat nanti dedeks premature dan harus masuk inkubator, dan biayanya gak sedikit, apalagi ada bayi yang saat itu ada RS dan masuk inkubator sudah hampir 1 bulan dan sudah menghabiskan sekitar 70 jt.


Lily merasa biaya tersebut terlalu besar apalagi dikalikan 3. Dengan tekad kuat, dia bilang ” nanti aja tunggu seminggu lagi, biar dedeksnya sudah kuat dan matang”.


Hari Senin tanggal 8-9-2011, setelah aku sahur, Lily mulai agak sedikit batuk-batuk. Tambah siang tambah batuk dan sesak. Aku sudah minta ke suster untuk tanya dokter obat batuk.. Setelah makan siang baru obat batuk dikasihkan. Saat lily batuk dan buang ludah ke tissue ada warna semu kemerahan…


Sekitar jam 2, dokter kandungan datang untuk visit kontrol.. Dokter kembali menanyakan apakah mau caesar bsok atau masih menunggu lagi sampai Lily kuat. Lily tetap jawab ” Nanti aja dok, dedeksnya masih betah di perut, sayang klo harus lahir sekarang”


Selama di RS, Lily tidak bisa tidur dalam keadaan rebahan, posisinya duduk hampir 90 derajat karena akan terasa sesak jika rebahan.


10 menit setelah dokter pulang, kami melihat kuku Lily agak biru, langsung aku lapor ke suster. Semua suster yang ada disitu panik dan langsung panggil dokter jaga, mereka cek tensi dan cek jantung dedeks. Dokter jaga langsung menghubungi dokter kandungan by phone karna dokternya sudah pulang. Dokter jaga bilang ke kita klo harus caesar saat itu juga. Akhirnya kita bersiap-siap, semua cukup panik saat itu.. tapi Lily terlihat tenang saat itu.


Aku antar dia sampai pintu kamar operasi….Kami menunggu… dan sekitar pukul 16.35, keluar suster membawa dedeks, kami semua menghampiri.. suster langsung membawa ke ruang bayi dan langsung dimasukan ke inkubator dan dipasang selang oksigen dan infus. mereka terlihat cepat dan panik karena kondisi dedeks yang premature.


Karena aku melihat semua menghambur ke ruang bayi, aku langsung teriak ke keluarga” Lily, Lily gimana.. jangan kesini semua” ada yang jawab “Ayah (Ayah Lily) sudah kesana”.


Setelah aku bolak-balik ke keuangan karna harus Acc ini dan itu, aku langsung ke ruang ICU, menurut dokter Lily harus pemulihan karna harus diobservasi untuk sesak napasnya. Saat aku datang Lily terlihat tenang dan seperti terlepas bebannya.


Kami sempat ngobrol dan aku suruh Lily untuk istirahat dan jangan banyak bicara. Keluarga mulai menjenguk ke ICU per 2 orang. Aku bertanya ke dokter ICU bagaimana kondisinya, dan dijawab kondisinya stabil dan baik tapi masih harus observasi. Saat itu aku tidak bertemu sama dokter kandungannya.


Lewat dari jam 7, tidak ada yang boleh masuk lagi ke ICU, kita tetap menunggu di ruang tunggu, 10 menit kemudian, telp di ruang tunggu bunyi dan segera aku angkat, ” dengan keluarganya Ny. Lily bisa ke ruang ICU skr” Aku langsung panik dan berdoa semoga tidak terjadi apa-apa. Melihat aku masuk ke ICU dengan tergesa-gesa, semua keluarga jadi panik, tapi saat di ICU, aku cuma disodori kertas untuk Acc ke keuangan.


Setiap beberapa menit aku selalu dipanggil ke ICU untuk Acc lagi. Tapi aku menyempatkan untuk bertemu Lily dan berbicara, saat itu Lily masih sadar dan aku selalu memegang tangannya dan mengelus rambutnya. Aku katakan ke dia klo semua baik-baik saja.


Sekitar jam 8.. aku melihat ada rembesan darah dibawah selimutnya, aku bilang ke suster dan aku disuruh keluar ruangan, tapi sebelum keluar aku tanya ke susternya, ” ada apa sus, apakah Lily baik-baik aja”, mereka bilang itu normal karna itu nifas.


Gak berapa lamaaku dipanggil lagi… Lagi-lagi aku harus Acc keuangan lagi, harus pesan transfusi darah, untuk jaga-jaga katanya, tapi katanya kondisi Lily baik dan stabil. Aku sampaikan ke keluarga klo Lily baik dan stabil. Keluarga pulang tinggal Aku dan kedua orang tua Lily. Mereka ingin ikut menunggu Lily disana dengan aku.


Jam 9.30an, mama Lily pulang karena merasa tidak enak badan, akhirnya tinggal aku berdua dengan Ayah Lily. Kami tidur di ruang tunggu……


Jam 11.30 telpon berdering, aku lari dan angkat.. “keluarganya Ny. Lily bisa ke ICU skr” karena aku pikir cuman buat ACC keuangan, aku gak bangunin Ayah Lily…………. Tapi begitu aku masuk ruang ICU„ badanku langsung gemetar dan lemas… Lily sedang dikelilingi oleh 2 dokter dan para suster..


Aku shock, dada Lily sedang ditekan2 seperti menolong jantung. Aku lihat di layar klo detak jantungnya 0……Langsung aku menangis dan tambah lemas, tak henti-hentinya aku berdoa kepada Allah SWT untuk kesembuhan Lily.. aku dihampiri salah satu dokter dan menunjukan hasil rontgen, ” Jantungnya besar dan tidak normal, saya curiga ada kelainan jantung” saya langsung jawab klo Lily tidak punya riwayat penyakit jantung.


Aku langsung hubungi ke rumah klo Lily kritis. Jam 12.10an, kondisi Lily mulai membaik.. detak jantungnya mulai normal.. aku dipersilahkan menghampirinya.. belum ada 5 menit aku disamping dia, aku lihat di layar monitor klo detak jantung lily semakin menurun, aku langsung panggil suster.

Mereka mulai panik lagi dan berusaha menekan-nekan dadanya, mereka menyuntikkan obat. Aku mulai lagi gelisah, gemetar, lemas, dan menangis… Aku berdoa lagi memohon dengan iba kepada Allah SWT.


tidak berapa lama Ayah Lily masuk ke ruang ICU dan bilang kepadaku kenapa tidak membangunkan dia. Aku masih menangis dan berdoa. kemudian Adik Lily masuk ke ICU. Aku karena saking lemasnya tidak kuat berdiri dan duduk sekitar 5 meter dari tempat Lily.


Tiba2 aku lihat Ayah Lily menunduk dan Adik Lily menangis dengan sangat. Aku lihat suster menghampiri aku………… ” Pak, yang tabah ya, kami sudah berusaha sekuat mungkin, ibu sudah tidak ada” Astaghfirullah Alladzim…


langsung aku menghampiri Lily dan menangis sejadinya, aku ciumi wajahnya dan bilang ke Lily, ” Yank, jangan pergi, nanti dedeks sama siapa?? Yank, bangun yank” aku berusaha membangunkan Lily dan menciumi wajahnya.. Aku Istighfar terus menerus dan berdoa untuk meminta mukjizat-Nya dan menolong Lily.


Wajahnya saat itu masih hangat, tapi setelah aku genggam tangannya terasa dingin. Aku menangis sejadinya… Seseorang yang sangat aku cintai dan mencintaiku dengan tulus ternyata meninggalkanku.. Terasa hancur hati ini melihat kenyataan ini. Sepertinya ini adalah titik paling nadir dalam hidupku. Sepertinya tidak ada yang bisa menggantikan dia untukku, ketulusan dan kasih sayangnya…


Ya Allah…. bukakan pintu surga untuknya dan tempatkan dia disisiMu seperti yang Engkau janjikan yaitu syahid, jauhkan dia dari Siksa api Neraka dan Siksa Kubur dan lapangkanlah Kuburnya.


Di bagian keuangan pun aku diberitahu bahwa biaya NICU untuk dedeks bisa mencapai 3 jt perhari dan perorang, dan aku diminta untuk mencicilnya beberapa hari sekali.


Dokter anakpun tidak bisa memastikan kapan dedeks bisa normal dan pulang. Ujian dan cobaan ini datang sekaligus menimpaku. Tapi demi perjuangan Lily untuk dedeks, aku harus bisa tabah dan tegar menghadapi semua ini….”

Kisah ini disampaikan oleh Watary kepada Seorang Sahabat, Diah.TH & Kemudian d Share k Saya.

‎​-̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Thank You•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶ ™

 
 

  1. putinurina reblogged this from dheehalim
  2. curigation reblogged this from dheehalim
  3. phenyukerooo reblogged this from dheehalim
  4. anyingpupup reblogged this from dheehalim
  5. anotherconcept reblogged this from dheehalim and added:
    Astaghfirullah.. sedih bgt. turut berduka cita :’(
  6. mrandomzone reblogged this from dheehalim
  7. ghitaa reblogged this from dheehalim
  8. dont-know-who-iam reblogged this from dheehalim
  9. misalnya reblogged this from dheehalim
  10. fierlyfierly reblogged this from dheehalim
  11. altairzephyrroosevelt reblogged this from dheehalim
  12. angeldiary reblogged this from dheehalim
  13. uglyuppy reblogged this from dheehalim
  14. mygrip reblogged this from dheehalim
  15. ricomblr reblogged this from dheehalim
  16. thisishamr reblogged this from dheehalim
  17. nadeeya reblogged this from dheehalim and added:
    :’( This is just way too sad
  18. nindyhartanti reblogged this from dheehalim
  19. prahariezkaffie reblogged this from dheehalim
  20. ijklmareta reblogged this from dheehalim
  21. minggu-gembira reblogged this from monbuffle
  22. monbuffle reblogged this from dheehalim
  23. twistmefun reblogged this from dheehalim
  24. amnotshitwithoutyou reblogged this from dheehalim
  25. princessdwi reblogged this from dheehalim
  26. rzkyntoprmdhka reblogged this from nianio
  27. wavedin reblogged this from dheehalim
  28. tattaaiueo reblogged this from dheehalim
  29. esesherly reblogged this from dheehalim
  30. damaniez reblogged this from dheehalim
  31. rahmawatipratiwi reblogged this from dheehalim
  32. nianio reblogged this from dheehalim
  33. lidyaayu reblogged this from dheehalim and added:
    Allah, sedih banget, turut berduka cita :((
  34. bearbearbeas reblogged this from dheehalim
  35. singkongkejuyummy reblogged this from dheehalim
  36. junaediahmad reblogged this from dheehalim
  37. mamaranran reblogged this from dheehalim
  38. nindyhandoyo reblogged this from dheehalim
  39. chimechiki reblogged this from dheehalim
  40. amitiabudi reblogged this from dheehalim
  41. ainimardhiah reblogged this from dheehalim